Salam terakhir

 
oleh : Arief Muhammad Muhammad

Kekasih,aku kan selalu rindu hari ini
Hari dimana kau dan aku
duduk menulis sajak cinta  diambang senja
pada satu waktu yang seolah terhenti
berdua memintal rasa
memahati setiap dinding jiwa
Lalu menggubahnya menjadi roman airmata
Berharap  esok  menjelma kisah
Yang akan selalu dibaca oleh setiap pecinta
Dihadapan sang waktu,kekasih agung kehidupan
Sebab suatu hari nanti kita kan menyelipkannya dipangkuan musim,
Sang pengembara yang tak pernah diam
Yang terus berkelana seiring pertukaran waktu
Ia  senantiasa berubah  seperti perjalanan bumi mengitari matahari
Seumpama  sebatang rumput yang terus tumbuh lalu berbunga
Sampai akhirnya harus berkelana jauh karena tertiup angin bulan februari
Kisah kitapun tak jauh beda,ada yang datang kemudian pergi
Untuk kemudian digantikan sesuatu yang lebih baru lagi
Apakah kau sering memperhatikan terbang burung-burung
Yang berkelompok lalu menjadi sendiri-sendiri
Mengukir kisahnya masing-masing
hari ini,esok dan nanti
Maka ketika kau masih duduk disini bersamaku,kekasih
Aku teringat akan satu hal yang pasti terjadi
Bahwa Setiap pertemuan pada akhirnya akan menemukan wajah perpisahan
Memeluknya lalu berdamai dengan waktu
Dan yang disisakannya untuk kita
Selalu hanyalah sebuah cerita indah
Melodrama hidup yang tak pernah tuntas kita baca dan tangisi
Dan sepotong Tanya yang tak pernah bisa kujawab..
“mengapa kau hadir disini bila esok aku harus  menangisi kehilanganmu lagi…”


                                                                           
gowa,08/01/2011.
                                                                                          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima kasih panjang,sehalaman surat pendek.

Nyali!

Ibu