Kisah seorang Demonstran kesepian

oleh : Arief Muhammad



Telah lama ia menjadi seorang demonstran
yang berjuang di jalan demi kepentingan banyak orang
terkadang ia bingung dengan ulahnya
atas apa yang ia lakukan selama ini
Jika ternyata berjuang demi mendapatkan cinta ia tak sanggup
Berjuang demi kepentingan pribadi ia tak mampu


 dengan gagah berani ia berdiri di medan juang
 Tentara dan polisi dihadapinya di garis depan
 desing peluru dan tembakan gas airmata
 Coba menghadang langkahnya
 Tapi tak mampu meruntuhkan tekadnya
 Semua demi satu kata
 Keadilan untuk kaum yang tertindas


Tetapi sering ia lupa memikirkan nasibnya
ia sungguh pantang menyerah
Bila berhadapan dengan aparat
Tetapi bila denganmu
Mengapa tiba-tiba ia bungkam seribu bahasa

Di depan ribuan massa
ia bicara begitu lantang
berkoar-koar lewat toa
bicara harga diri
atas nama nurani
tetapi di depanmu
begitu sulit terucap sepatah kata
bahkan sekadar untuk menyatakan
sebuah kebenaran rasa
dari lubuk hatinya yang paling dalam

kini ia sadar
ia bukanlah demonstran sejati
yang mampu mengalahkan segala rasa takut
sebab sekadar mengucapkan perasaannya padamu
nyalinya masih ciut
yang ia takutkan
ternyata bukan tentara dan polisi
bukan barikade dan pagar berduri
justru mahluk selembut dirimulah
ketakutan yang tak mampu ia atasi


sejak itu,
ia tak bisa menutup diri lagi
ia seorang demonstran
yang menggugat
rasa takutnya sendiri
maka,
maafkanlah ia


jika esok atau lusa
kau menemukannya terkapar bersimbah darah dijalanan
tertembus peluru
atau tersiram gas airmata
peluklah,
mungkin disisa-sisa nafasnya
keberanian membuatnya
mampu mengucapkan
kata yang selama ini selalu menggelisahkan
tidurnya setiap malam


semoga kau masih mampu membaca getar bibirnya
dipersimpangan jalan itu
mengucap selamat tinggal padamu
dekaplah ia lebih erat
dan dengarkan suara hatinya
perlahan tumpah menyebut namamu





Gowa,21 January 2011.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima kasih panjang,sehalaman surat pendek.

Nyali!

Ibu