Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

Aku mencari damai di Alam

oleh : Arief Muhammad Muhammad Aku ingin mendaki puncak gunung tertinggi menyelami samudera terdalam menyusuri lembah tercuram memanjati tebing yg paling terjal aku ingin melayang-layang laksana awan terbang bebas bagai burung aku ingin mengalir seperti sungai terhampar luas bagai samudera kuingin hidupku sehijau savana, sebening telaga setenang belantara Kuingin hatiku seputih awan kuingin jiwaku sebiru langit Aku mencari damai di alam menyatu, bersahabat, dan bercinta dgn Ia yg telah mengajarkanku arti kedamaian dan makna dari sebuah Kehidupan.  Gowa,03 mei 2009

Tuhan,kumohon jangan cabut dulu nyawaku!

Tuhan, kumohon jangan cabut dulu nyawaku malam ini, sebab mau kutaruh dimana mukaku, kalau sampai teman-temanku menemukan mayatku, dan dompet di sakuku yang hanya berisi selembar ribuan! (ditulis dalam kondisi miskin pengaruh krisis ekonomi stadium akut) Limbung,30 Maret 2011.

Gondrong tiga generasi

oleh : Arief Muhammad Aku punya kisah tersendiri tentang rambut Gondrong. Aku adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.kedua kakakku yang kesemuanya laki-laki kini telah berkeluarga dan telah punya anak.kakakku yang pertama lahir tahun,1976.dan yang kedua lahir tahun 1981,empat tahun kemudian aku menyusul mereka datang kedunia.dilahirkan lalu tumbuh dijaman yang tak jelas ini. kami adalah tiga bersaudara yang sama-sama pernah berambut gondrong.hanya saja,tentu rambut gondrong kami tidak bisa disamakan,atau dikatakan mirip satu sama lain.sebab tentu saja rambut gondrong kami berbeda.beda model,beda karakter,dan juga motifasi kami memelihara rambut gondrong pun berbeda. kakak saya yang pertama berambut gondrong di awal tahun 90an.ah,rasanya ia beruntung karena pada era itu,rambut gondrong masih tergolong"barang mewah".jenis musik pada tahun 90an,masih boleh dikata punya kualitas,sehingga alasan ia memanjangkan rambutnya karena meniru gaya rambut band-band idola masih sa...

Without girls,life must go on Bede'

oleh : Arief Muhammad Muhammad Bagaimana rasanya menjadi jomblo bertahun-tahun? bertanyalah padaku,sungguh aku bisa menjabarkan untukmu berpuluh-puluh jawaban atas pertanyaan seperti diatas.bukan merasa sombong atau bangga menyandang predikat itu,tetapi bila kau memang membutuhkan sebuah jawaban atas pertanyaan itu,kurasa sungguh akulah orang yang paling bisa menjawab! sebenarnya bukan karena merasa sombong atau bangga,tetapi sekali lagi kukatakan akulah memang orang yang sedang mengalami "nasib tragis" itu! ini sesungguhnya hanyalah rasa bosan yang bertumpuk-tumpuk,menahun lalu menjadi semacam penyakit kronis yang begitu sulit untuk disembuhkan.lalu,akumulasi rasa sakit itu,pagi ini akhirnya tumpah ruah.meluber kemana-mana.menjadi aib yang tak lagi tabu untuk kubicarakan denganmu! malu? nassami'! tapi tidak terlaluji.. tapi mau bagaimana lagi.. rasanya begitu sulit untuk mencari pasangan hidup di jaman seperti sekarang ini.ketika orang-orang memandang har...

Mahasiswa semester delapan yang malas!

oleh : Arief Muhammad Muhammad Mendefenisikan diri sendiri kucoba memandangi diri tak ingin munafik apalagi benci hanya belajar berkaca ada laku yang coba kuhapus lewat kontemplasi dan ritus besok,aku ingin berubah tak ingin menjadi siapa selain sosok yang lebih dewasa bukan karenamu, karenanya, atau karena mereka, tapi,karena.. aku bosan menjadi... mahasiswa semester delapan yang malas! Gowa,24 maret 2011.

malam

oleh : Arief Muhammad Muhammad malam, kutuliskan resahku pada gelapmu. jika esok pagi tubuhku kaku, cukup kau yang tahu, aku mati diterkam rindu! diatas dipan tua, ada darah yang berceceran diseprei lusuh, mengalir dari hati yang gemuruh, lalu pecah dan terbelah diam membeku, waktu, aku, kau, sejumput kenangan yang kutinggalkan, ah,selamat tinggal kisah cinta yang buntu! Gowa,24 maret 2011.

Himne pada sepotong subuh(rindu untuk seorang gadis)

oleh : Arief Muhammad Muhammad Subuh ini,ketika mata masih enggan tuk terpejam.aku iseng-iseng membuka-buka buku kumpulan puisi.tiba-tiba mataku tertuju pada satu puisi karya pablo neruda yang dulu pernah kukirimkan untuk seseorang(gadis). ketika aku kembali membaca puisi itu,aku merasa jiwaku berada begitu dekat dengan orang yang kukirimi puisi tersebut,gadis itu,seperti ada sebuah kekuatan maha gaib yang menarik jiwaku untuk memikirkannya. rindu.begitulah aku menyebut suasana hati yang selalu ingin kembali kemasa lalu.masa yang pantas untuk diulangi,meski mustahil.kutahu aku tak bisa mengembalikan waktu.namun,lewat puisi aku bisa mengekalkannya(waktu). dan seperti sebuah kesakitan yang berulang-ulang,setiap kali aku mengenang masa lalu.wajah itu,wajah yang terlampau akrab dengan wajah jiwaku,selalu hadir.kian menjelma.melesat jauh kedalam rongga dada.lalu sekonyong-konyong membuat butir-butir kesedihan jatuh berdebum di pipi tirusku. kemanakah ia kini,wanita itu.wanita yan...

Keabadian cinta..

         S ebelum segala apa yang kau fikir indah     Sebelum logika yang kau anggap utama     Sebelum nafas menjadi laju waktu yang tak lagi mendesah     mari   sejenak saja resapi syairku     sengaja kubuat sepenuh kasih untukmu     mungkin maknanya tak terlampau dalam     bila dibandingkan cinta yang ingin kutanam                mula-mula duduk diam lalu dengarkan      detak - detak jantungku yang menggubah nada     mencipta harmoni pada irama      dan melagukan namamu dengan indah      meski tak selalu kemilau     namun kuyakin tetap menyinari      hati dan kesepian jiwamu      dan semua yang tertutup pekat      oleh linangan airmatamu ya...

Lelaki pada sebuah malam

Oleh : Arief Muhammad Muhammad    Aku tak tahu mahluk apa ini? Ia tak berwujud.tak punya bentuk.tapi jelas terasa hadirnya,begitu menyiksa. Ketika ia datang,aku gigil dalam sendiri.keringat mengucur deras tak bisa kubendung.hati menjadi sunyi.takut bercampur baur dalam darahku… Malam adalah pintu,tempat ia biasa muncul entah dari dunia mana.seperti seorang pembunuh ia menguntitku,membuntuti setiap gerak langkahku. Terkadang demi membunuhnya,aku mencoba berteriak memanggil nama Wanita yang menjadi kekagumanku.minta tolong.berharap ia dapat hadir disini menghunus senyumnya  dan menancapkannya pada titik yang mungkin bisa membuat mahluk itu lumpuh.lalu mati perlahan-lahan.. Tapi tak bisa.ia terlalu kuat.bahkan sebelum aku berhasil mengucap sepatah kata untuk minta tolong.mahluk aneh itu telah lebih dulu mencekikku.begitu kuat hingga aku nyaris pingsan.ia seperti pembunuh yang begitu bernafsu menghabisi nyawaku. Sayangku,semoga kau bisa membaca pesanku ini. suatu malam ke...