Mereka yang pergi di bulan suci
Hari ini tepat empat tahun setelah saya menulis sebuah status pendek di Facebook yang bagai menegur saya agar tak lupa pada kematian.dan melalui status itu,saya seperti kembali diingatkan Allah agar senantiasa merayakan kesepian dengan banyak-banyak mengingat kematian.sebab,kata Rasulullah,orang yang paling cerdas diantara kamu,adalah orang yang paling banyak mengingat kematian.maka hendaklah kita menyadari dua hal: dari mana kita datang,dan hendak kemana kelak kita akan pulang. Kemarin sesaat menjelang buka puasa,kabar kematian datang menyapa.salah seorang tetangga berpulang menghadap Sang Maha kuasa setelah seminggu terbaring di Rumah sakit Wahidin.beliau adalah sesepuh kampung yang hampir seluruh hidupnya ia abdikan sebagai petani yang merawat sawah dan ladang demi menafkahi anak istrinya. Sambil menimba air,saya berseru pada isteri saya yang sedang mencuci.saya bilang padanya kelak jika takdir telah sampai,saya juga ingin pergi menemui Tuhanku di bulan mulia,bulan ramadhan....