Lelaki pada sebuah malam
Oleh : Arief Muhammad Muhammad
Aku tak tahu mahluk apa ini? Ia tak berwujud.tak punya bentuk.tapi jelas terasa hadirnya,begitu menyiksa. Ketika ia datang,aku gigil dalam sendiri.keringat mengucur deras tak bisa kubendung.hati menjadi sunyi.takut bercampur baur dalam darahku… Malam adalah pintu,tempat ia biasa muncul entah dari dunia mana.seperti seorang pembunuh ia menguntitku,membuntuti setiap gerak langkahku. Terkadang demi membunuhnya,aku mencoba berteriak memanggil nama Wanita yang menjadi kekagumanku.minta tolong.berharap ia dapat hadir disini menghunus senyumnya dan menancapkannya pada titik yang mungkin bisa membuat mahluk itu lumpuh.lalu mati perlahan-lahan.. Tapi tak bisa.ia terlalu kuat.bahkan sebelum aku berhasil mengucap sepatah kata untuk minta tolong.mahluk aneh itu telah lebih dulu mencekikku.begitu kuat hingga aku nyaris pingsan.ia seperti pembunuh yang begitu bernafsu menghabisi nyawaku. Sayangku,semoga kau bisa membaca pesanku ini. suatu malam ketika ia datang,aku telah berjaga didalam kamarku.bersembunyi dibalik pintu.tempat aku biasa bermimpi mencumbuimu.kali ini aku brfiikir ia pasti akan datang bersama semua mahluk kejam yang telah berhasil dihasutnya demi membunuhku. Setan,jin,arwah gentayangan yang dahulu kala semasa masih menjadi manusia selalu melakukan sifat-sifat yang tercela.hingga akhirnya mati diujung dosa-dosanya.dan tentu saja arwah seperti itu ketika mencari tumbal manusia kesepian sepertiku.tentusaja tidak akan main-main.sungguh mengerikan.aku merasa akan mati malam ini.. Detak-detak jam berlalu.aku terus berjaga.lalu kudengar suara-suar a aneh seiring hawa panas yang mendekat.dan tiba-tiba saja,tepat ketika akan kuhantamkan tongkat baseball ketubuhnya yang tak kasat mata..tubuhku sekonyong-konyong kaku.kakiku lumpuh.kedua tanganku tak bisa kugerakkan..keringat dingin membanjiri seluruh tubuhku.tetapi aku masih punya kesadaran untuk bangkit dan melawan.aku berontak tapi tak bisa.sia-sia.dalam hati aku merasa sampai disinilah hidupku.aku pasti mati.. Sayangku,untuk pertama kalinya mahluk itu menampakkan wajahnya dihadapanku.tahukah kamu,rupanya wajahnya begitu mirip denganmu.seorang wanita.cantik.seksi.dan astaga!ia sangat nakal menggodaku.! “Hahaha…” mahluk itu tertawa.tetapi tawanya lebih mirip rintihan.aku bergidik.takut.ia mencekikku begitu kuat.aku meronta tetapi sia-sia. Dimana kau,sayangku.tengah malam begini mengapa belum pulang juga.. Lalu dengan kalimat terakhir,aku berseru kepada mahluk itu.. “Baiklah..jika kau memang ingin membunuhku.maka sebelum kau mengambil nyawaku,aku punya satu permintaan..biarkan aku menulis sepucuk surat terlebih dahulu untuk kekasihku.. Mahluk itu diam saja.hening.matanya yang bening dan sebenarnya indah tiba-tiba Membesar seakan-akan hendak menangis.lalu ia menatapku.tetapi aku tak tahu.mengapa tiba-tiba terjadi perubahan pada sikapnya.detik berikutnya,wajahnya yang sedingin karang es sekejap berubah menjadi selembut awan.perangainya yang bengis menjadi sangat ramah dan begitu bersahabat kepadaku. Perlahan mahluk itu melonggarkan cekikannya yang sedari tadi hampir membuat leherku remuk.akubebas sekarang.tetapi aku bingung,hal apakah gerangan yang membuat mahluk aneh yang sekarang lembut sekaligus cantik ini berubah?. Dan,dalam pikiranku.aku punya kesempatan untuk lolos sekarang.lompat dari jendela lalu kabur sejauh-jauhnya.. Tapi aneh,aku tak melakukan itu.aku diam saja.bahkan aku seperti terhipnotis oleh mahluk itu.kecantikannya,keramahannya padaku.. Dan apa yang terjadi selanjutnya sungguh diluar batas pikirku.mahluk itu mengeluarkan secarik kertas dari laci meja kamarku.memberikannya padaku dan berkata: Tulislah sepucuk surat terakhimu pada kekasihmu.tuliskan semua kalimat cinta yang akan kau jadikan ucapan perpisahan dan kata-kata terakhir.semua kata-kata cinta yang mungkin kau pendam selama ini.lalu aku mengambil sepucuk kertas itu dan mulai menulis: Sayang,apa kabarmu disana? malam ini dengan segala ketidak berdayaanku kutuliskan padamu sebuah kata yang selama ini begitu ingin kuucapkan dihadapanmu.kata yang mugkin akan membuatmu bersedih atau mungkin sebaliknya. Sayangku,Mengapa bayangmu tak datang menjengukku malam ini? Tahukah kau malam ini seseorang telah datang padaku dan akan mencabut nyawaku dan membuatku takkan pernah lagi bisa melihat wajah cantikmu.nencumbuimu dan menuliskan surat-surat cinta untukmu.aku mungkin takkan pernah bisa lagi membacakan dongeng tentang ayam jantan yang jatuh cinta pada bulan purnama.ya,aku tahu dari sekian banyak dongeng yang pernah kubacakan untukmu dahulu,itulah dongeng kesukaanmu,kau selalu memintaku membacakannya berulang-ulang setiap kali kau akan jelang tidur indahmu.taakkan pernah kulupa bahwa dulu,kau pernah bilang padaku,bahwa kalau besok Tuhan memintamu menjadi bidadari untuk mendampingi penghuni-penghuni surgawi,maka kau akan meminta kepada Tuhan untuk menjadi bulan purnama saja.yang ditugaskan untuk menjadi penjaga langit ketika malam dan menjaga tidur semua mahluk yang sedang lelap diwaktu malam.jagalah hatimu,sayang.jangan mudah tergoda dengan omongan setiap lelaki.kelak jika aku telah sampai dialam keabadian dan bertemu dengn tuhan akan kusampaikan padanya agar ia selalu menjagamu,memelihara mimpi-mimpimu.mimpi untuk hidup bahagia bersamaku disebuah rumah kecil ditepi sebuah danau yang bening airnya.maafkan aku yang tak bisa mengabulkan itu semua untukmu sayang. Salam sayangku selalu untukmu dari lubuk hati yang pling sunyi kukatakan bahwa aku mencintaimu sekalipun waktu itu kau pernah menolak cintaku.kini,kau telah tahu perassaanku yang sesungguhnya padamu.aku tak lagi menutup-nutupinya seperti yang klakukan selama ini.kini aku bisa pergi dengan tenang tanpa satu bebanpun.aku akan selalu menjagamu sayangku,sekalipun kehidupan ini tak mengijinkan kita bersatu selamanya.maafkan aku.aku selalu mencintaimu… Kuserahkan surat itu pada mahluk itu.wanita itu. Ia memandangi sepucuk surat itu seperti membacanya Aku diam saja.bingung dengan sikap mahluk ini.. Lalu ia berkata padaku..seperti menyesali perbuatannya selama ini yang selalu menerorku siang malam tanpa henti.seperti sangat bernafsu ingin membunuhku. “aku tahu kau Manusia malang yang selalu kesepian dalam hidupmu. setiap hari waktumu kau habiskan hanya untuk memuji wanita yang selama ini kau panggil kekasih.tapi hanya dalam puisi.hanya sebatas kata-kata semu yang tak pernah kau tahu apakah wanita yang kau impi-impikan itu juga tahu perasaanmu yang sebenarnya.kau tak pernah peduli.kau tetap saja menulis surat-surat cinta puitik untuk wanitamu.kau tetap saja keras kepala dan menganggap nbahwa mungkin suatu hari seseorang akan membaca surat cintamu ini untuk kekasihmu.meskipun bukan kau yang mengucapkannya,kau bilang tetap bangga.bahagia.sebab dalam hidupmu yang suram,sunyi dan singkat ini kau pernah bertemu dengan seorang wanita yang membuatmu betul2 mengerti betapa indah,menyedihkan sekaligus membosankannya hati yag mencintai tanpa pernah ada keberanian untuk mengucapkannya.betapa menyedihkan hidupmu,wahai lelaki.. Tetapi tak pernah tahukah kau siapakah aku ini..?” “Akulah keberanian yang dikirimkan Tuhan untukmu.keberanian yang membuatmu Pada akhirnya berani untuk jujur mengutarakan rasa..” “..Meskipun selama ini kau hampir mati setiap kali aku berhasil menyusup kedalam hatimu.aku hampir membuatmu menjadi lelaki yang punya nyali didepan wanita.tetapi jiwamu masih terlalu lemah untuk menerima kehadiranku.sampai akhirnya malam ini aku tahu bahwa kau ikhlas untuk mati.meninggalkan segala yang kau cinta demi membahagiaakan wanita yang kau sebut kekasih. Lelaki,Aku datang untuk memberimu pelajaran,bahwa hidup ini sekalipun tiada lain hanya untuk menunda-nunda kekalahan.namun kau dengan segenap apa yang kau miliki,harus tetap berani untuk mencintai meskipun tak terbalas.inilah cinta yang sesungguhnya.cinta yang ikhlas.memberi tanpa mengharap balasan.hingga diakhir hidupmu kaupun masih sempat menulis sepucuk surat cinta yang kutahu itu kau klalukan semata-mata untuk membuat kekasihmu,bahagia… Aku terharu.kaulah lelaki yang pantas memilikiku.kuserahkan diriku padamu.ijinkanlah aku menyatu dalam setiap inchi hati,tubuh dan jiwamu .. sungguh,Kau tak pantas mati...kau tak pantas mati…
Limbung,2 January 2011.
Aku tak tahu mahluk apa ini? Ia tak berwujud.tak punya bentuk.tapi jelas terasa hadirnya,begitu menyiksa. Ketika ia datang,aku gigil dalam sendiri.keringat mengucur deras tak bisa kubendung.hati menjadi sunyi.takut bercampur baur dalam darahku… Malam adalah pintu,tempat ia biasa muncul entah dari dunia mana.seperti seorang pembunuh ia menguntitku,membuntuti setiap gerak langkahku. Terkadang demi membunuhnya,aku mencoba berteriak memanggil nama Wanita yang menjadi kekagumanku.minta tolong.berharap ia dapat hadir disini menghunus senyumnya dan menancapkannya pada titik yang mungkin bisa membuat mahluk itu lumpuh.lalu mati perlahan-lahan.. Tapi tak bisa.ia terlalu kuat.bahkan sebelum aku berhasil mengucap sepatah kata untuk minta tolong.mahluk aneh itu telah lebih dulu mencekikku.begitu kuat hingga aku nyaris pingsan.ia seperti pembunuh yang begitu bernafsu menghabisi nyawaku. Sayangku,semoga kau bisa membaca pesanku ini. suatu malam ketika ia datang,aku telah berjaga didalam kamarku.bersembunyi dibalik pintu.tempat aku biasa bermimpi mencumbuimu.kali ini aku brfiikir ia pasti akan datang bersama semua mahluk kejam yang telah berhasil dihasutnya demi membunuhku. Setan,jin,arwah gentayangan yang dahulu kala semasa masih menjadi manusia selalu melakukan sifat-sifat yang tercela.hingga akhirnya mati diujung dosa-dosanya.dan tentu saja arwah seperti itu ketika mencari tumbal manusia kesepian sepertiku.tentusaja tidak akan main-main.sungguh mengerikan.aku merasa akan mati malam ini.. Detak-detak jam berlalu.aku terus berjaga.lalu kudengar suara-suar a aneh seiring hawa panas yang mendekat.dan tiba-tiba saja,tepat ketika akan kuhantamkan tongkat baseball ketubuhnya yang tak kasat mata..tubuhku sekonyong-konyong kaku.kakiku lumpuh.kedua tanganku tak bisa kugerakkan..keringat dingin membanjiri seluruh tubuhku.tetapi aku masih punya kesadaran untuk bangkit dan melawan.aku berontak tapi tak bisa.sia-sia.dalam hati aku merasa sampai disinilah hidupku.aku pasti mati.. Sayangku,untuk pertama kalinya mahluk itu menampakkan wajahnya dihadapanku.tahukah kamu,rupanya wajahnya begitu mirip denganmu.seorang wanita.cantik.seksi.dan astaga!ia sangat nakal menggodaku.! “Hahaha…” mahluk itu tertawa.tetapi tawanya lebih mirip rintihan.aku bergidik.takut.ia mencekikku begitu kuat.aku meronta tetapi sia-sia. Dimana kau,sayangku.tengah malam begini mengapa belum pulang juga.. Lalu dengan kalimat terakhir,aku berseru kepada mahluk itu.. “Baiklah..jika kau memang ingin membunuhku.maka sebelum kau mengambil nyawaku,aku punya satu permintaan..biarkan aku menulis sepucuk surat terlebih dahulu untuk kekasihku.. Mahluk itu diam saja.hening.matanya yang bening dan sebenarnya indah tiba-tiba Membesar seakan-akan hendak menangis.lalu ia menatapku.tetapi aku tak tahu.mengapa tiba-tiba terjadi perubahan pada sikapnya.detik berikutnya,wajahnya yang sedingin karang es sekejap berubah menjadi selembut awan.perangainya yang bengis menjadi sangat ramah dan begitu bersahabat kepadaku. Perlahan mahluk itu melonggarkan cekikannya yang sedari tadi hampir membuat leherku remuk.akubebas sekarang.tetapi aku bingung,hal apakah gerangan yang membuat mahluk aneh yang sekarang lembut sekaligus cantik ini berubah?. Dan,dalam pikiranku.aku punya kesempatan untuk lolos sekarang.lompat dari jendela lalu kabur sejauh-jauhnya.. Tapi aneh,aku tak melakukan itu.aku diam saja.bahkan aku seperti terhipnotis oleh mahluk itu.kecantikannya,keramahannya padaku.. Dan apa yang terjadi selanjutnya sungguh diluar batas pikirku.mahluk itu mengeluarkan secarik kertas dari laci meja kamarku.memberikannya padaku dan berkata: Tulislah sepucuk surat terakhimu pada kekasihmu.tuliskan semua kalimat cinta yang akan kau jadikan ucapan perpisahan dan kata-kata terakhir.semua kata-kata cinta yang mungkin kau pendam selama ini.lalu aku mengambil sepucuk kertas itu dan mulai menulis: Sayang,apa kabarmu disana? malam ini dengan segala ketidak berdayaanku kutuliskan padamu sebuah kata yang selama ini begitu ingin kuucapkan dihadapanmu.kata yang mugkin akan membuatmu bersedih atau mungkin sebaliknya. Sayangku,Mengapa bayangmu tak datang menjengukku malam ini? Tahukah kau malam ini seseorang telah datang padaku dan akan mencabut nyawaku dan membuatku takkan pernah lagi bisa melihat wajah cantikmu.nencumbuimu dan menuliskan surat-surat cinta untukmu.aku mungkin takkan pernah bisa lagi membacakan dongeng tentang ayam jantan yang jatuh cinta pada bulan purnama.ya,aku tahu dari sekian banyak dongeng yang pernah kubacakan untukmu dahulu,itulah dongeng kesukaanmu,kau selalu memintaku membacakannya berulang-ulang setiap kali kau akan jelang tidur indahmu.taakkan pernah kulupa bahwa dulu,kau pernah bilang padaku,bahwa kalau besok Tuhan memintamu menjadi bidadari untuk mendampingi penghuni-penghuni surgawi,maka kau akan meminta kepada Tuhan untuk menjadi bulan purnama saja.yang ditugaskan untuk menjadi penjaga langit ketika malam dan menjaga tidur semua mahluk yang sedang lelap diwaktu malam.jagalah hatimu,sayang.jangan mudah tergoda dengan omongan setiap lelaki.kelak jika aku telah sampai dialam keabadian dan bertemu dengn tuhan akan kusampaikan padanya agar ia selalu menjagamu,memelihara mimpi-mimpimu.mimpi untuk hidup bahagia bersamaku disebuah rumah kecil ditepi sebuah danau yang bening airnya.maafkan aku yang tak bisa mengabulkan itu semua untukmu sayang. Salam sayangku selalu untukmu dari lubuk hati yang pling sunyi kukatakan bahwa aku mencintaimu sekalipun waktu itu kau pernah menolak cintaku.kini,kau telah tahu perassaanku yang sesungguhnya padamu.aku tak lagi menutup-nutupinya seperti yang klakukan selama ini.kini aku bisa pergi dengan tenang tanpa satu bebanpun.aku akan selalu menjagamu sayangku,sekalipun kehidupan ini tak mengijinkan kita bersatu selamanya.maafkan aku.aku selalu mencintaimu… Kuserahkan surat itu pada mahluk itu.wanita itu. Ia memandangi sepucuk surat itu seperti membacanya Aku diam saja.bingung dengan sikap mahluk ini.. Lalu ia berkata padaku..seperti menyesali perbuatannya selama ini yang selalu menerorku siang malam tanpa henti.seperti sangat bernafsu ingin membunuhku. “aku tahu kau Manusia malang yang selalu kesepian dalam hidupmu. setiap hari waktumu kau habiskan hanya untuk memuji wanita yang selama ini kau panggil kekasih.tapi hanya dalam puisi.hanya sebatas kata-kata semu yang tak pernah kau tahu apakah wanita yang kau impi-impikan itu juga tahu perasaanmu yang sebenarnya.kau tak pernah peduli.kau tetap saja menulis surat-surat cinta puitik untuk wanitamu.kau tetap saja keras kepala dan menganggap nbahwa mungkin suatu hari seseorang akan membaca surat cintamu ini untuk kekasihmu.meskipun bukan kau yang mengucapkannya,kau bilang tetap bangga.bahagia.sebab dalam hidupmu yang suram,sunyi dan singkat ini kau pernah bertemu dengan seorang wanita yang membuatmu betul2 mengerti betapa indah,menyedihkan sekaligus membosankannya hati yag mencintai tanpa pernah ada keberanian untuk mengucapkannya.betapa menyedihkan hidupmu,wahai lelaki.. Tetapi tak pernah tahukah kau siapakah aku ini..?” “Akulah keberanian yang dikirimkan Tuhan untukmu.keberanian yang membuatmu Pada akhirnya berani untuk jujur mengutarakan rasa..” “..Meskipun selama ini kau hampir mati setiap kali aku berhasil menyusup kedalam hatimu.aku hampir membuatmu menjadi lelaki yang punya nyali didepan wanita.tetapi jiwamu masih terlalu lemah untuk menerima kehadiranku.sampai akhirnya malam ini aku tahu bahwa kau ikhlas untuk mati.meninggalkan segala yang kau cinta demi membahagiaakan wanita yang kau sebut kekasih. Lelaki,Aku datang untuk memberimu pelajaran,bahwa hidup ini sekalipun tiada lain hanya untuk menunda-nunda kekalahan.namun kau dengan segenap apa yang kau miliki,harus tetap berani untuk mencintai meskipun tak terbalas.inilah cinta yang sesungguhnya.cinta yang ikhlas.memberi tanpa mengharap balasan.hingga diakhir hidupmu kaupun masih sempat menulis sepucuk surat cinta yang kutahu itu kau klalukan semata-mata untuk membuat kekasihmu,bahagia… Aku terharu.kaulah lelaki yang pantas memilikiku.kuserahkan diriku padamu.ijinkanlah aku menyatu dalam setiap inchi hati,tubuh dan jiwamu .. sungguh,Kau tak pantas mati...kau tak pantas mati…
Limbung,2 January 2011.
Komentar
Posting Komentar