Gondrong tiga generasi
oleh : Arief Muhammad
Aku punya kisah tersendiri tentang rambut Gondrong.
Aku adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.kedua kakakku yang kesemuanya laki-laki kini telah berkeluarga dan telah punya anak.kakakku yang pertama lahir tahun,1976.dan yang kedua lahir tahun 1981,empat tahun kemudian aku menyusul mereka datang kedunia.dilahirkan lalu tumbuh dijaman yang tak jelas ini.
kami adalah tiga bersaudara yang sama-sama pernah berambut gondrong.hanya saja,tentu rambut gondrong kami tidak bisa disamakan,atau dikatakan mirip satu sama lain.sebab tentu saja rambut gondrong kami berbeda.beda model,beda karakter,dan juga motifasi kami memelihara rambut gondrong pun berbeda.
kakak saya yang pertama berambut gondrong di awal tahun 90an.ah,rasanya ia beruntung karena pada era itu,rambut gondrong masih tergolong"barang mewah".jenis musik pada tahun 90an,masih boleh dikata punya kualitas,sehingga alasan ia memanjangkan rambutnya karena meniru gaya rambut band-band idola masih sangat bisa diterima.rasanya aku cemburu bila membayangkan ia waktu itu memamerkan rambut gondrongnya sambil menyanyikan lagu-lagu dari band-band macam slank,power metal,voodoo,dewa 19,dan yang lainnya.ah,indahnya masa-masa itu!
kakakku yang kedua,model rambut gondrongnya mengikuti band-band yang lagi naik daun pada jamannya,sayangnya saya kurang setuju dengan band-band itu,diawal tahun 2000an,rambut gondrongnya terkontaminasi dari model rambut band-band Malaysia.iklim,search,slam dan sebagainya.selain itu,orang-orang menyebut gaya rambut gondrongnya mirip pemain As roma era 2000an,Damiano tomassi.hiks!
tetapi bila menghubung-hubungkan antara gaya rambut gondrong dengan band-band hari ini,akulah mungkin orang yang paling malang karena hidup di negara ini,sebuah negara yang selera musik orang-orangnya berubah drastis dari selera musik berkualitas mewah menjadi selera musik kampungan,murahan,tidak berkualitas dan juga memalukan.hari ini,diera saya.sangat susah melihat band-band baru yang punya kualitas mumpuni.kangen band,st 12,adalah contoh kasar.betapa musik dan selera pasar telah berubah drastis.duh,sungguh kabbulammakkang!
saya sebagai adik dari kakak-kakak saya,yang juga sebagai generasi terakhir tentusaja juga berambut gondrong,bahkan hingga saya tercatat sebagai mahasiswa semester akhir di kampus,sejak awal kuliah hingga hari ini rambut saya tetap gondrong!(3 tahun kuliah baru 2 kali potong rambut!)wah!
tetapi hal yang paling krusial dari rambut gondrong saya adalah tekad saya untuk tetap berambut gondrong,mungkin sampai ujian skripsi masih gondrong.sekalipun godaan untuk memotong rambut juga tak kalah deras melanda,namun saya tetap teguh diatas kebulatan tekad saya untuk tetap melestarikan rambut gondrong saya.
memelihara rambut gondrong sebagaimana dua kakak saya dahulu,bukanlah cita-cita saya yang sebenarnya.hanya iseng-iseng,lalu menjadi kebiasaan.akhirnya hingga kini,malah malas untuk potong rambut.bukan pula meniru kebiasaan kakak saya dulu,hanya merupakan sebuah kebetulan kami dari tiga generasi yang berbeda dan sama-sama memiliki rambut gondrong!ini hanya sedikit cerita tentang aku dan kakak-kakak saya yang berasal dari generasi yang berbeda.
demikianlah,sedikit kisah tentang rambut gondrong saya dan rambut gondrong kakak-kakak saya.hanya ingin berpesan kepada anda semua yang sempat membaca postingan ini,CINTAILAH lelaki yang berambut gondrong! sebab sesungguhnya dibalik rambut gondrong mereka yang nampak liar,ada hati yang begitu lembut dan penyayang.sungguh,apa yang anda lihat dengan mata,begitu jauh berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya jika anda mencoba melihat dengan hati.
please,dont judge a book by its a cover!
Makassar,30 Maret 2011.
Aku punya kisah tersendiri tentang rambut Gondrong.
Aku adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.kedua kakakku yang kesemuanya laki-laki kini telah berkeluarga dan telah punya anak.kakakku yang pertama lahir tahun,1976.dan yang kedua lahir tahun 1981,empat tahun kemudian aku menyusul mereka datang kedunia.dilahirkan lalu tumbuh dijaman yang tak jelas ini.
kami adalah tiga bersaudara yang sama-sama pernah berambut gondrong.hanya saja,tentu rambut gondrong kami tidak bisa disamakan,atau dikatakan mirip satu sama lain.sebab tentu saja rambut gondrong kami berbeda.beda model,beda karakter,dan juga motifasi kami memelihara rambut gondrong pun berbeda.
kakak saya yang pertama berambut gondrong di awal tahun 90an.ah,rasanya ia beruntung karena pada era itu,rambut gondrong masih tergolong"barang mewah".jenis musik pada tahun 90an,masih boleh dikata punya kualitas,sehingga alasan ia memanjangkan rambutnya karena meniru gaya rambut band-band idola masih sangat bisa diterima.rasanya aku cemburu bila membayangkan ia waktu itu memamerkan rambut gondrongnya sambil menyanyikan lagu-lagu dari band-band macam slank,power metal,voodoo,dewa 19,dan yang lainnya.ah,indahnya masa-masa itu!
kakakku yang kedua,model rambut gondrongnya mengikuti band-band yang lagi naik daun pada jamannya,sayangnya saya kurang setuju dengan band-band itu,diawal tahun 2000an,rambut gondrongnya terkontaminasi dari model rambut band-band Malaysia.iklim,search,slam dan sebagainya.selain itu,orang-orang menyebut gaya rambut gondrongnya mirip pemain As roma era 2000an,Damiano tomassi.hiks!
tetapi bila menghubung-hubungkan antara gaya rambut gondrong dengan band-band hari ini,akulah mungkin orang yang paling malang karena hidup di negara ini,sebuah negara yang selera musik orang-orangnya berubah drastis dari selera musik berkualitas mewah menjadi selera musik kampungan,murahan,tidak berkualitas dan juga memalukan.hari ini,diera saya.sangat susah melihat band-band baru yang punya kualitas mumpuni.kangen band,st 12,adalah contoh kasar.betapa musik dan selera pasar telah berubah drastis.duh,sungguh kabbulammakkang!
saya sebagai adik dari kakak-kakak saya,yang juga sebagai generasi terakhir tentusaja juga berambut gondrong,bahkan hingga saya tercatat sebagai mahasiswa semester akhir di kampus,sejak awal kuliah hingga hari ini rambut saya tetap gondrong!(3 tahun kuliah baru 2 kali potong rambut!)wah!
tetapi hal yang paling krusial dari rambut gondrong saya adalah tekad saya untuk tetap berambut gondrong,mungkin sampai ujian skripsi masih gondrong.sekalipun godaan untuk memotong rambut juga tak kalah deras melanda,namun saya tetap teguh diatas kebulatan tekad saya untuk tetap melestarikan rambut gondrong saya.
memelihara rambut gondrong sebagaimana dua kakak saya dahulu,bukanlah cita-cita saya yang sebenarnya.hanya iseng-iseng,lalu menjadi kebiasaan.akhirnya hingga kini,malah malas untuk potong rambut.bukan pula meniru kebiasaan kakak saya dulu,hanya merupakan sebuah kebetulan kami dari tiga generasi yang berbeda dan sama-sama memiliki rambut gondrong!ini hanya sedikit cerita tentang aku dan kakak-kakak saya yang berasal dari generasi yang berbeda.
demikianlah,sedikit kisah tentang rambut gondrong saya dan rambut gondrong kakak-kakak saya.hanya ingin berpesan kepada anda semua yang sempat membaca postingan ini,CINTAILAH lelaki yang berambut gondrong! sebab sesungguhnya dibalik rambut gondrong mereka yang nampak liar,ada hati yang begitu lembut dan penyayang.sungguh,apa yang anda lihat dengan mata,begitu jauh berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya jika anda mencoba melihat dengan hati.
please,dont judge a book by its a cover!
Makassar,30 Maret 2011.
Komentar
Posting Komentar