Nyanyian sepi

Oleh : Arief Muhammad Muhammad    
Sepucuk Surat kuselipkan dijendela kamarmu pada suatu malam…      
Wahai Kekasih,kelak ketika aku memutuskan untuk berhenti mencintai kehidupan,kumau engkau menegurku dengan kata-kata bijak yang dahulu sering kau ucapkan padaku saat aku melakukan sebuah kesalahan.katakanlah padaku bahwa apa yang menjadi keputusanku saat itu adalah sebuah hal yang tak pantas kau dengar.lalu akupun akan terdiam sejenak,tertunduk dalam bisu yang mencekik kerongkongan.dan kaupun akan menasehatiku dengan berbagai rupa petuah seperti yang sering kau dengar dari mendiang ayahmu,dulu.
    Seperti hari itu,ketika kumulai perjalananku menuju sebuah padang pengasinganku.aku tak pernah lagi melihat wajahmu.wajah manis itu.juga  tak pernah kulihat lagi wajah-wajah  yang lain.wajah ibu,kakak,adik,juga teman seperjuanganku yang pernah begitu setia kepadaku.
  Aku benar-benar kesepian saat itu,sayangku.bahkan kesepianku  telah menjadi hantu yang setiap saat datang menakutiku.kadang-kadang aku merasa hidupku didunia ini hanyalah berupa  ruang hampa.kekosongan belaka.namun ketika aku menyadari itu,akupun berusaha menghindar.aku lari sekencang-kencangnya.aku ingin bebas dari segala penyiksaan ini.dan masih juga sama seperti hari-hari yang lalu.aku masih saja mencarimu dimana-mana.namun tetap tak ada jalan yang bisa mempertemukan kita.dimanapun aku mencarimu,yang kutemukan hanyalah sebuah bayang-bayang.dipusat pertokoan yang gaduh,ditrotoar kota yang ramai oleh pedagang kaki lima,dimallmall yang kerap menawarkan diskon,dikolong jembatan,dilampu merah,digang sempit ujung aspal kampung kita aku menyusuri kemana jejakmu pergi.kelaut,kepantai.kegunung,jugadijurang dan lembah.memanggil namamu hingga serak suaraku.aku takut seseorang telah menculik lalu menyembunyikanmu didalam sebuah goa.aku menelusuri setiap goa,menanyakan keadaaanmu kepada segala yang kutemui.pepohonan,rumput,kabut,embun.juga kepada sungai-sungai yang kulewati dalm pengembaraanku.namun aku tak pernah lagi bisa menemukanmu dan semakin kesepian saja aku ketika akupun juga kehilangan  Tuhan..aku merasa kian  sendiri..
Malam ini kudengar suara detak jantungku mengalun sepi,menyanyikan lagu rindu sambil terus menyebut namamu,sayangku.aku tak bisa tertidur.banyak hal yang membuat mataku begitu enggan tuk  terpejam.diluar,hujan masih saja menembangkan sejuta kidung sepi.dan didalam kamarku,ketika sepotong luka yang hambar telah habis kunikmati.akupun menerjemahkan segala kesedihanku malam ini lewat airmata.ya,aku ingin menangis,sayangku!sebab sudah sekian lama aku tak pernah menangis lagi.sudah sekian waktu aku tak bertemu airmataku.aku rindu airmataku.aku bahkan telah lupa kapan terakhir kali aku menangis.dahulu,sebelum bertemu denganmu aku berfikir bahwa menangis hanya akan membuat wajahku yang pas-pasan terlihat semakin berantakan.pun,untuk apa membuang-buang airmata?sebab siapa tahu jika suatu hari nanti ternyata didunia ini terjadi krisis airmata lalu  ada sebuah perusahaan  yang butuh dan mau membeli airmata dengan harga tinggi,maka menyesallah mereka yang dulu rajin membuang-buang airmatanya lewat tangisan.begitu aku sering berfikir.
Namun menjadi lain ketika engkau datang dalam hidupku.sejenak mengenalmu,engkau begitu cepat mencuri hatiku yang begitu rapuh.juga satu-satunya.lantas kau menjadi kisah dalam hari-hariku.mengajarkanku untuk selalu bersyukur dan tersenyum.dan aku masih ingat saat kau bilang padaku,katamu sesekali kitapun butuh menangis.tak peduli siapa kita.
   Sebagai lelaki,waktu itu aku tak mau mendengar nasehatmu.sebab menurutku lelaki tak boleh cengeng.lelaki pantang terluka.apalagi sampai harus meneteskan airmata.dimana-mana lelaki harus tegar,dan tak ada alasan apapun yang meng-halal-kan kaum lelaki untuk menangis!
Seiring waktu,dalam kebersamaan kita.waktu membawa fikiranku berkelana.jauh membawaku pergi ke dunia antah berantah yang serba asing,sunyi.tetapi sekaligus damai dan bersahaja.kau tanpa kusadari,ternyata telah membawaku jauh lebih mengenal dunia luar.dan pengalaman bersamamu kini  membuatku menjadi seseorang yang lebih dewasa.aku tak lagi menganggap bahwa kalimat yang dulu kau katakan padaku tentang tangisan adalah sesuatu yang aneh.yang tak masuk akal.ternyata,apa yang dulu kau katakan itu,adalah sesuatu yang kini malah selalu menemani kesendirianku..
Sejak engkau pergi,aku menjadi seseorang yang gemar merenung.tak peduli waktu,tak peduli tempat.dan airmata bagai selimutbagiku kini.ia menjadi penghangat bagi pipiku yang sering gigil ditikam angin malam.tanpa kusadari ternyata airmata  sudah seperti sahabat karibku,ialah mahluk yang paling setia menemani kesepianku.aku tak peduli lagi semua orang akan menganggapku cengeng.atau menganggapku banci.tak peduli wajahku akan berantakan.toh,dari dulu,wajahku jug udah berantakan.terserah,mereka mau bilang apa!aku hanya menuruti apa yang dulu sering kau bilang,kalau kita sedang sedih,maka sesekali menangislah.dan ternyata betul kata-katamu itu,aku seperti menemukan kedamaianku didalam tangisan.kedamaian yang meskipun coba kubagi dengan beribu orang tetap tak akan habis.kedamaian yang memesona.juga menenangkan.
Pada sebuah malam,aku mematung dalam pekat yang gelap.sore tadi aku seperti ditikam oleh sepotong senja yang entah oleh sebab apa membuatku teringat padamu.dan seperti yang mungkin sudah kau duga,aku terluka.hatiku berdarah mengingat kisah-kisah indah kita dulu.lalu,dalam gelap itu aku tiba-tiba melihat Tuhan dilangit-langit kamarku,bercanda dengan bola lampu.Tuhan sedang bermain,fikirku.apakah mungkin Tuhan juga sedang merasakan kesepian seperti yang sedang kurasakan malam itu?.perlahan,dengan ragu aku menyapa Tuhan yang Nampak murung malam itu..wahai Tuhan,apa yang kau lakukan ditempat ini.kenapa kau belum tidur.maukah engkau menemaniku.menjadi sesuatu yang bisa menghapus pedihku..,hiburlah aku,Tuhan.ingin rasanya aku  menangis dipangkuanmu malam ini.sebab,kekasih  yang dulu menemaniku kini telah pergi,ia yang dulu bilang padaku untukselalu  setia,ternyata lebih dulu mengingkari janji.oh,Tuhan yang sedang  sendiri.terkadang aku ingin bertanya padamu,apakah kau tak pernah bosan dengan posisimu?dengan kesendirianmu?seperti aku saat ini yang sedang bosan.bosan apa saja.bosan makan.bosan tidur.bosan disakiti.aku bahkan telah bosan hidup.sebab hidup ternyata tak seindah yang kukira.aku mulai bosan menjalani hal-hal yangsering kulakukan.bosan apapun,bosan berbuat baik,terlebih –lebih berbuat dosa.tetapi mengapa orang-orang hanya bisa menyakiti,dan tak pernah mau mengobati apa yang telah mereka lukai.hatiku,dan kesendirian ini,adalah bukti aku adalah korban.korban yang selalu dilukai.sebab mereka tak pernah mengenal cinta yang sesungguhnya.mereka tak pernah mau belajar untuk menangis seperti aku.mereka tak pernah mau belajar berdamai dengan kepedihan.Tuhan,akhirnya kutitipkan juga surat ini padamu.kalau kau mau,bacalah,meskipun kutahu kau pasti juga telah bosan membaca.membaca   dosa-dosa manusia  didunia ini….
                                                                      
                                                              
                                                       Gowa,17 maret 2010.
                                                                           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima kasih panjang,sehalaman surat pendek.

Nyali!

Ibu