Maria magdalena

oleh : Arief MM
     
Akhirnya kugoreskan juga airmataku disini
Pada batu nisan yang memahat namamu
Senja ini daunan kering jatuh melayang
Diterpa angin bulan September yang dingin
Dihadapanku kau yang diam dalam senyum beku
Lelap ditanah basah
Pada ladang tak bersangkar
Yang ditumbuhi ilalang dan bunga rumput
Seolah-olah kau menungguku menyapamu
Sebab ada yang hendak kukatakan
Lewat gerimis yang turun perlahan disudut mataku
Setahun lalu saat terakhir kukecup keningmu
Saat tubuh ringkihmu memeluk erat tubuhku
Aku tahu itu adalah penghabisan kali
Kita bertemu
Sejak kembara jauhku usai
Menapaki gunung mengarungi laut
menempuh badai
Senja ini aku kembali
Datang mengunjungimu lagi
meskipun kau tak lagi bisa menyapaku lewat bibir yang dulu begitu mesra mengucap namaku
Maria magdalena,
Kutaburkan pula bunga-bunga kemboja
Yang kutanam dihatiku sejak kepergianmu
Dan biarkan airmata rinduku menyuburkannya
kau yang diam dalam keabadian
beristirahatlah dalam damai
bila nanti waktu usiaku telah usai,
aku akan datang menemuimu
ditepi sungai-sungai  yang mengalir dengan tenang
didekat taman taman surga
tempat kita kelak memadu kasih paling abadi..
(in memoriam, Maria magdalena)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima kasih panjang,sehalaman surat pendek.

Nyali!

Ibu