Aku yang sedang belajar menggombalmu




Setiap kali kau sandarkan kepalamu dibahuku,
setiap kali bibir manismu berkata bahwa kau akan selalu sayang kepadaku,
atau setiap kali kau menatapku dengan tatapan yang paling mesra yang pernah kulihat dari teduh mata seorang dara,
seolah-olah tatapan itu berbicara kepadaku,membeberkan rahasia-rahasia dari hati terdalammu yang tak pernah kau ingin aku ketahui,
rahasia tentang kekagumanmu hingga kau jatuh hati pada lelaki sepertiku namun enggan kau akui lantaran gengsi mengingat kodratmu sebagai wanita yang pantang mengungkap rasa terlebih dahulu,
atau kau hanya akan berkata bahwa kau sedang tak punya uang receh setiap kali aku bilang kau Nampak lebih cantik dari biasanya,
namun sungguhpun kau coba berusaha menutupi rasamu,
sungguhpun kau adalah wanita yang pantang mengungkap rasa terlebih dahulu,
namun dibalik semua itu tanpa kau sadari sesungguhnya tatapanmu yang paling jujur telah jauh lebih dulu berbicara kepada hati terdalamku
menggugah naluriku sebagai seorang lelaki
bahwa akulah satu-satunya lelaki didunia ini yang sanggup menjagamu,
atau memang hanya akulah lelaki yang paling pantas kau tulis pada buku diary bersampul merah yang biasa kau baca setiap kali kau jelang tidur indahmu
maka setiap kali itu pula,dengan keberanian yang entah dari mana datangnya,
dengan mata berkaca-kaca dan semangat yang nyala aku akan membalas tatapan matamu lalu meyakinkanmu dengan sebuah kalimat yang dahulu pernah diucapkan penyair idolaku,
aku mau hidup seribu tahun lagi.untuk menemanimu hidup didunia ini.begitu aku berbisik ditelingamu.dan seketika kau akan menatapku dengan mata yang lebih berkaca dari mataku dan menangis dengan tangis paling lirih yang pernah kudengar dari bibirmu..ah,sayang mengapa menangis?apakah aku sedang menyentuh hatimu yang paling dalam?ataukah raut wajahku mengingatkanmu pada seseorang yang sedang kau rindu.
dan saat itu aku akan memintamu tuk mengakhiri tangismu.sebab didunia ini tiada yang pantas ditangisi selain waktu luang yang teramat sering kita sia-siakan.adapun aku masih menggenggam kuat tekadku untuk tak menyiakan waktuku, 
waktuku bersamamu.




 

 Gowa,15 juli 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima kasih panjang,sehalaman surat pendek.

Nyali!

Ibu