Rinduku

oleh : Arief Muhammad Muhammad


wujudmu kian jelma dalam mataku
pada sepotong senja yang basah oleh gerimis
rindu ini,rindumu sayang
rindu yang selalu terlunta
namun begitu sulit tuk kulepaskan


entah,kau peduli atau tidak
aku akan selalu begini
membayangkan setiap inchi wajahmu,
mengkhayalkan setiap jengkal senyummu
lalu aku akan kembali merinduimu


bukan hanya pada sepotong senja yang merah
atau pada selarik gerimis yang basah.
bahkan,pada setiap detik waktu dan setiap tarikan nafas
rindu ini kian gemetar,mengakar
entah sampai kapan sayang
kau kan menyambutnya


maka kubiarkan musim terus berlalu
sebab kumasih ingin terus merinduimu,
hingga habis umurku
sungguhpun kau tak pernah tahu
aku mencintaimu



Gowa,11 April 2011.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima kasih panjang,sehalaman surat pendek.

Nyali!

Ibu