Pak Iwan
Musim kemarau
tahun ini,tiba lebih cepat.jalan berkelok menuju kampungku kering dan berdebu terpapar
terik matahari.angin berhembus lebih kencang.di musim seperti ini,kampungku selalu
ramai oleh petani yang sibuk menjemur padi,anak-anak yang berlarian mengejar
layangan,juga nyanyian ibu- ibu yang
berusaha menidurkan bayinya di kolong rumah.
Kampungku bernama
Moncobalang.terletak di kabupaten Gowa.tidak jauh dari ibu kota kabupaten,hanya
setengah jam jika ditempuh dengan angkutan umum.tetapi tidak setiap hari
terdapat angkutan umum,kadang hanya dua kali seminggu.jalan yang belum diaspal
membuat supir malas menjemput penumpang.ojek pun tak ada,sehingga para petani kesulitan
setiap kali hendak menjual hasil panennya ke kota.
Selain
padi,nangka adalah tanaman yang banyak dijumpai di kampungku.Moncobalang memang
terkenal sebagai daerah penghasil nangka.menurut orang-orang dari kota,nangka
yang berasal dari kampungku adalah salah satu yang berkualita baik.jika musim
kemarau tiba,pohon nangka menguning pertanda siap di panen.tetapi musim kemarau
yang terlalu panjang juga menjadi petaka bagi petani,cuaca panas membuat nangka
lebih cepat membusuk.jika tidak lekas dijual ke kota,para petani tentu akan merugi.
Lima tahun yang
lalu,seorang Insinyur pertanian pernah datang ke kampungku.namanya Pak Iwan,ia berasal
dari kota Balikpapan.Meski pak Iwan masih
muda,namun ia mudah bergaul dengan siapapun.pembawaannya selalu berwibawa.aku menyukai
cara bertutur pak Iwan yang sederhana,ia sopan dan murah senyum.kebiasaan pak
iwan yang selalu kuingat,setiap selesai sholat
jum’at ia mengumpulkan semua penduduk kampung. kemudian ia memberi penyuluhan kepada petani berbagai hal yang berkaitan dengan
pertanian.misalnya,cara mengawetkan buah nangka agar tidak cepat busuk.katanya,buah
nangka yang telah dipanen harus di cuci terlebih dahulu.setelah getahnya hilang,barulah
buah nangka yang sudah bersih bisa diperam di dalam karung goni.karung goni
berisi buah nangka tersebut kemudian disimpan diatas tungku.gunanya agar buah nangka
terkena asap pembakaran sehingga tidak berulat,dan lebih tahan terhadap cuaca.para
petani sangat terbantu berkat penyuluhan dari pak iwan,buah nangka yang baru
dipanen pun bisa bertahan lebih lama meski belum sempat dijual ke kota.
Selama berada
di kampungku,Pak Iwan tinggal di rumah Kepala desa.ia telah banyak memberi
penyuluhan kepada para petani.mulai dari cara memanen nangka yang tepat,cara agar
hasil panen bisa cepat terjual ke kota,hingga cara menanam padi yang baik agar
tidak diserang hama.
sehari sebelum
pulang ke Balikpapan,Pak Iwan membagikan bibit pohon nangka kepada para Petani.katanya,bibit pohon nangka tersebut
adalah bibit unggulan yang Ia datangkan langsung dari Kalimantan.setiap petani
mendapat tiga batang bibit.penduduk berterima kasih atas kebaikan Pak Iwan.satu
demi satu mereka bersalaman dengan pak Iwan.sebelum menyalakan sepeda motornya,Pak
iwan berpesan agar penduduk Moncobalang
senantiasa berdoa,serta tidak berputus asa menjalani hidup meski hanya sebagai
petani.sebab Tuhan selalu pintar mengatur rezeki seseorang,termasuk rezeki para
petani di kampungku.
tiga bulan
sejak kepergian Pak Iwan dari kampungku,datang kabar sangat mengejutkan di bawa
oleh pak Lurah.menurut Pak Lurah,ia baru saja di telepon oleh salah seorang
keluarga Pak Iwan di Balikpapan.katanya,pak Iwan meninggal dunia.yang lebih
menyedihkan,ia dibunuh orang.sampai sekarang,Polisi masih menyelidiki kasus
kematian pak iwan.dugaan sementara,Insinyur yang baik hati dan murah senyum itu
dibunuh oleh gerombolan pencuri kayu sepulangnya memberi penyuluhan di satu
kampung di pedalaman Kalimantan.
Penduduk Moncobalang
berkabung mendengar kabar kematian Pak Iwan.hari
itu digelar sholat gaib dan doa bersama yang dipimpin oleh imam desa,penduduk
kampung berdoa semoga arwah pak iwan di beri jalan yang lapang menuju yang Maha
Kuasa.demi mengenang budi baik Pak
Iwan,Kepala desa kemudian menghibahkan sepetak tanah kepada Petani.di tanah itu,kemudian didirikan
Balai Penyuluhan Pertanian.di pekarangannya ditanam bermacam bibit pohon,seperti
mangga,jeruk,rambutan,juga bibit pohon nangka yang pernah diberikan Pak Iwan kepada
para Petani sebelum meninggalkan Moncobalang lima tahun yang lalu.
Moncobalang,26
Maret 2013
*tugas menulis cerpen kelas menulis keday Buku Jenny bersama Aan Mansyur
*tugas menulis cerpen kelas menulis keday Buku Jenny bersama Aan Mansyur
Komentar
Posting Komentar