Sesobek catatan pendek kepada YTH.Para pendaki(senior) Gunung Bawakaraeng.
Ini adalah foto empat tahun lalu ketika saya terakhir kali mendaki puncak Bawakaraeng(2.8
00
MDPL).jika sedang akhir pekan seperti sekarang,saya sering dihinggapi
perasaan rindu ingin menapak tempat ini sekali lagi.namun apa
daya,setahun terakhir,aktifitas pendakian gunung-gunung di Sulawesi selatan,terutama di Gunung Bawakaraeng,membludak drastis.kelompok pecinta alam muncul dari segenap penjuru membawa beragam tabiat masing-masing.dan
sudah menjadi kodrat Tuhan,bahwa tak semua yang datang bersama niat
baik,banyak pula pecinta alam gadungan yang hadir justru sengaja merusak
alam.kabar terakhir,kondisi Gunung Bawakaraeng sudah masuk level mengenaskan.jalur
pendakian rusak karena over kuota pendaki,tugu penanda titik elevasi di
tiap Pos habis dicorat-coret oleh tangan-tangan jahil vandalism pendaki
liar,bahkan ada titik penanda yang telah roboh padahal baru
dibangun,sampah di mana-mana,diperparah lagi dengan teriakan-teriakan dari pecinta alam gadungan membuat gunung lebih berisik dibanding speaker penjual obat di pasar Senggol.
akhirnya,dengan
sisa-sisa kesabaran,dan dilandasi kesadaran penuh demi kelangsungan
alam,saya mengalah.saya memutuskan rehat dari kegiatan ini,demi
mengurangi beban yang harus ditanggung gunung Bawakaraeng yang sedang
sakit.mungkin hanya sementara,sampai jumlah pendaki kembali berkurang.meski
kemungkinan itu kecil untuk saat ini.saya menyusul para senior,yang
juga telah lama pensiun dari kegiatan ini.suatu saat,saya berjanji akan
kembali,tentu setelah pecinta alam gadungan itu telah hilang,dan gunung
Bawakaraeng telah pulih seperti dulu kala.
saya berharap saya tidak
sendiri,teman-teman yang telah lama di kegiatan ini,mungkin sudah saatnya legowo dan berhenti dulu,rehat sejenak,memberi kesempatan pada teman-teman yang baru mengenal dan antusias ingin mencintai alam.seperti remaja yang sedang kasmaran,mereka,adik-adik kita,rasanya tidak elok diganggu.maka,dengan beristirahatnya kita,beban yang ditanggung Gunung Bawakaraeng bisa sedikit berkurang.tugas
kita,tentu tidak berhenti sampai disini,adik-adik kita,butuh
bimbingan,hati dan pikiran mereka harus diisi dengan doktrin mencintai
alam yang sebenar-benarnya,agar mereka tak terjerumus ke dalam golongan perusak alam,yang sedang menggurita setahun terakhir di Sulawesi selatan,khususnya di Gunung Bawakaraeng.
Dengan beristirahatnya kita,ada banyak hal yang bisa kita kerjakan,hal yang dulu mungkin sering kita abaikan.berkumpul
bersama keluarga,atau sekadar Ngopi di beranda rumah salah seorang
kawan,sambil berkirim salam dan menanyakan kabar kawan yang lain.kawan
yang jauh,sesekali,jika ada waktu luang bisa kita kunjungi,dan membangun lagi kebersamaan seperti sedia kala.ternyata,masih banyak hal positif yang bisa kita lakukan sebagai seorang pecinta alam,meski tidak lagi mendaki.sebab,sekali lagi,kalimat pecinta alam terlalu sempit,jika hanya dimaknai dengan naik gunung,masuk gua,berkunjung ke Pulau-pulau,atau menanam pohon dan melakukan Riset.Pecinta alam adalah insan unggul yang mewakafkan hati,pikiran,dan jiwanya untuk kelangsungan alam: bumi beserta segenap isinya.
Makassar,23 Agustus 2015.02:19
Komentar
Posting Komentar