Postingan

Kisah Gondrong dan Perjumpaan dengan SENO GUMIRA AJIDARMA

Gambar
Saya dan Seno Gumira Ajidarma.sumber foto: pribadi  Pada awal dekade 70 an ketika demam hippies tengah melanda seantero jagat dan The Beatles hampir saja menjadi Berhala,presiden Soeharto dan rezim orde barunya pernah mengeluarkan instruksi(larangan) agar pemuda tidak berambut gondrong.rambut gondrong dinilai terlalu kebarat-baratan sehingga berpotensi merusak akhlak anak muda yang notabene dianggap sebagai generasi pelanjut Bangsa.pemuda berambut gondrong pada waktu itu dinilai bersikap acuh tak acuh dan cenderung melakukan tindak kriminal.pada 1971,TVRI sebagai satu-satunya stasiun televisi waktu itu mencekal para seniman yang berambut gondrong.mereka dilarang tampil di stasiun teve milik pemerintah itu.belakangan,muncul poster bertulisan "Tidak Melayani Rambut Gondrong" dimana-mana.poster itu ditempel dan disebarkan di gedung pemerintah,kampus,sekolah,pasar,gedung bioskop dan jalan-jalan.lama kelamaan gerakan anti rambut gondrong meluber,banyak seniman bera...

Terima kasih panjang,sehalaman surat pendek.

Ketika saya hendak mulai menulis corat-coret ini,betapa banyak wajah melintas dan melesat-lesat di ingatan saya.wajah-wajah  itu yang sejenak coba saya hadirkan kembali ke dalam kenang di kepala saya yang teramat sempit pula terbatas.isi batok kepala dan pikiran saya sungguh hanya sepetak ruang yang secara manusiawi memang tak pernah cukup dihuni beribu ingatan akan peristiwa dan buah dari persinggungan dengan orang-orang yang selama ini berjasa dalam perjalanan hidup saya.mereka yang telah begitu banyak memberi cinta,kebaikan dan pengalaman teramat berharga dari hidup yang telah tertempuh hingga sejauh ini.adapun maksud saya menulis surat ini tidak lain sebagai bentuk mengawetkan sebanyak mungkin hal yang masih tersimpan di kepala.atau barangkali kalau boleh disebut sebagai cara paling sederhana saya berterima kasih kepada mereka,orang-orang yang telah berjasa,orang-orang yang telah memberi saya sesuatu.sesuatu yang saya anggap sangat berharga.sesuatu yang pantas untuk dike...

Tugu kenangan

sayang,lama sudah aku terbang aku ingin lekas pulang dan gegas menyalakan obrolan ditemani kopi dan hangat pelukan petang usia dipintu istirah nafas tersisa badan berdarah ringkih memerah terkapar parah sampai mati dihajar amarah tiada lagi kecamuk perang kisah lama yang selalu dimenangkan aku kini pengembara yang merindukan lengang jalan ke kampung halaman   sayang,beku sudah segala kemewahan jadi sebongkah tug u kenangan dini hari,22.10.14

Epilog cinta di tepi Danau Unhas

Aku lupa kapan terakhir kali kita ke tempat itu dulu,begitu rutinitas kita sepulang kuliah berkunjung ke danau unhas mengamati kepak sayap capung yang terbang rendah di c elah rimbun ilalang atau menertawa i tingkah kodok yang sedang kawin juga ikan ikan berenang menanti mendung langit Tamalanrea  mengirim dingin hujan ke seluruh badan entah telah berapa lama kita tak lagi datang ke danau itu mengagumi sore bersemu jingga  sejengkal diatas kepala lalu kita berbaur diantara orang yang duduk merapatkan pundak pada gazebo yang tiangnya lapuk dihabisi rayap di tempat itu hampir aku menciummu tapi pohon tumbang membatalkan niat bodohku daunan berguguran senja merangkak pulang ada tetes hujan tiba semenit kemudian kulihat kau tersipu mukamu yang kanak-kanak bersemu warnanya merah seperti jas Almamater kita aku tak mampu menahan tawa kau menghadiahiku cubitan kecil di lenganku yang berbahagia hari itu tercipta sepotong surga di...