Epilog cinta di tepi Danau Unhas
Aku lupa kapan terakhir kali kita ke tempat itu
dulu,begitu rutinitas kita sepulang kuliah
berkunjung ke danau unhas
mengamati kepak sayap capung yang terbang rendah
di celah rimbun ilalang
atau menertawai tingkah kodok yang sedang kawin
juga ikan ikan berenang
menanti mendung langit Tamalanrea
mengirim dingin hujan ke seluruh badan
entah telah berapa lama
kita tak lagi datang ke danau itu
mengagumi sore bersemu jingga
sejengkal diatas kepala
lalu kita berbaur
diantara orang yang duduk merapatkan pundak
pada gazebo yang tiangnya lapuk dihabisi rayap
di tempat itu hampir aku menciummu
tapi pohon tumbang membatalkan niat bodohku
daunan berguguran senja merangkak pulang
ada tetes hujan tiba semenit kemudian
kulihat kau tersipu
mukamu yang kanak-kanak bersemu
warnanya merah seperti jas Almamater kita
aku tak mampu menahan tawa
kau menghadiahiku cubitan kecil di lenganku yang berbahagia
hari itu tercipta sepotong surga
diantara teduh tatapmu dan desir angin
yang meniup rumputan basah
telah lama kita tak ke danau itu,
ada kenangan kini tumbuh
di dada yang mulai rimbun di penuhi teratai
''aku rindu pada danau kita,
ingin kuulang lagi masa
kala kita duduk di tepinya
menyesap damai yaang merayapi tubuh
ketika orang-orang melangkah pulang
kau memelukku
hari begitu biru
dan aku seketika takut kehilanganmu.
entah dimana kau kini?"
begitu katamu lewat pesan yang kau kirim ke inbox ku
tadi sore.
Tamalanrea-Makassar,2011.
Komentar
Posting Komentar