Postingan

Epilog cinta di tepi Danau Unhas

Aku lupa kapan terakhir kali kita ke tempat itu dulu,begitu rutinitas kita sepulang kuliah berkunjung ke danau unhas mengamati kepak sayap capung yang terbang rendah di c elah rimbun ilalang atau menertawa i tingkah kodok yang sedang kawin juga ikan ikan berenang menanti mendung langit Tamalanrea  mengirim dingin hujan ke seluruh badan entah telah berapa lama kita tak lagi datang ke danau itu mengagumi sore bersemu jingga  sejengkal diatas kepala lalu kita berbaur diantara orang yang duduk merapatkan pundak pada gazebo yang tiangnya lapuk dihabisi rayap di tempat itu hampir aku menciummu tapi pohon tumbang membatalkan niat bodohku daunan berguguran senja merangkak pulang ada tetes hujan tiba semenit kemudian kulihat kau tersipu mukamu yang kanak-kanak bersemu warnanya merah seperti jas Almamater kita aku tak mampu menahan tawa kau menghadiahiku cubitan kecil di lenganku yang berbahagia hari itu tercipta sepotong surga di...

Ibu

ke tika malam kudengar dengkurnya yang letih,dan deru nafas yang tak gentar menantang kerasnya hidup.kadangkala aku mendapatinya tertidur di sofa,di depan teve,atau di atas sajadahnya usai sholat.sering aku menyelimuti tubuhnya mencium kening yang penuh kerut hingga perasaanku bergemuruh.sedih dan takut . sedih melihatnya menjanda sejak di tinggal suaminya dua puluh tiga tahun silam . pun takut jika ia juga suatu hari pergi dan meninggalkanku sebatang kara . semoga Tuhan menyayangnya , dan menempatkan kelak di surga bersama mendiang ayah . wanita tua itu,ibuku. Rumah,01 Maret 2012.

sepotong rindu yang kurang ajar dan kronologi yang tak logis

kekasih!  Ketika malam dan memikirkanmu, rindupun meledakledak bagai tabung gas yang cacat. aku ingin menjelma teks, lalu mengirim tubuhku yang celaka ke inboxmu. dan di kamarmu yang gelap, suaraku berubah menjadi nada pesanmu. kau yang tidur terganggu. lalu menyumpahi kedatanganku yang tak sopan. tapi kau terpaksa membuka pesanmu yang adalah tubuhku. membacaku dengan malas. saat itulah kau lengah. dan aku meloncat dari layar ponselmu  lalu merubah kembali tubuhku yang teks menjadi seonggok daging  dan tulang-tulang yang berdosa. memeluk tubuhmu seperti gurita. kulilit kau dengan segenap tentakel rinduku yang nakal! haha..!     Rumah,01 maret 2012.

kawan kecil

Rindu  mengirimku kesini, ke sesak kota yang pernah kita  lihat pada sampul sebuah buku gambar. Dulu,saat kau dan aku masih duduk di bangku sebuah taman kanak-kanak Saat hidup masih begitu hambar, saat jantung masih terlampau pelan mencipta debar Kau dan aku pernah sepakat berjumpa dua puluh tahun lagi Tepat di jantung kota ini, di sebuah taman yang tak lebih teduh dari rimbun matamu Tak lupa Kubawakan untukmu  mimpi yang melebihi manis selai Juga sebungkus roti  yang lebih tawar dari senyummu pertama kali Kawan kecilku,aku disini kini Menagih janji yang pernah kita toreh pada batang pohon Tempat kumbang dan semut menyandarkan sarang Namun tiada yang kutemui kecuali jejak-jejak kenangan yang sekejap pudar  lalu hilang aku kecewa pulang dalam linangan airmata dan setiap penjuru kota adalah wajahmu yang menatap kosong ke arahku kemana angin menerbangkanmu tangisku pecah setiap kali sunyi memaksaku mengingatmu la...

Buntu

ARIE' Malam menjebak rinduku dalam ruang gelap lagi pengap. serupa hatimu. tempat melebihi terjal ngarai Dimana ribuan cinta lelaki pernah jatuh dan tersungkur. Aku kehabisan rokok.memikirkanmu hanya buat nyaliku ciut. tiada asap yang lahir dari mulut. maka,kata hanyalah bualan orang mengagumi pelangi lalu menyumpahi nasib buruk. kemarau panjang yang menemui ajal di pintu langit yang mengirim hujan. aku kecewa mendapati hidup yang bersekutu dengan dosa. sementara doa hanyalah kamuflase jiwa-jiwa yang menyerah. Akalku buntu. tak ada sesiapa. aku takut mati sebelum pagi tiba. ujung tahun 2011 .

TUHAN

Tuhan,   Setiap kali menyebut nama-Mu entah mengapa aku selalu rindu bertemu hari kematianku 2011

KUPU-KUPU

(Arie') Sayang,malam ini tiba-tiba rinduku padamu menyeruak lalu serasa aku ingin kembali ke masa lalu mengunjungi kenanganku saat masih bersamamu saat kita masih sebagai sepasang ulat bulu belum menjadi kupu-kupu seperti kita sekarang akulah sekarang kupu-kupu yang kesepian karena kau kupu-kupuku telah pintar terbang bebas mencari pasangan baru kupu-kupu yang lebih jantan dariku dan beginilah akhirnya, kau melupakan janjimu sehidup semati itu katamu dulu ah,aku sakit hati karena ulahmu dasar kau kupu-kupu sukanya menipu! Limbung,18102011.