Sekadar ucapan Selamat untukmu
: Kepada Isteriku,menjelang hari
persalinannya yang pertama,
Ketika angka yang menyusun usiamu
menapaki anak tangga tiga puluh dan angka usiaku satu anak tangga lebih dulu,kabar
baik datang menyapa kita hari itu: kau dan aku akan menjadi bapak dan ibu bagi
buah cinta yang telah lama kita tunggu.sayangku,apakah kau masih ingat ketika aku mengantarmu pertama kali ke Klinik untuk memastikan kehamilanmu?
sebulan sebelumnya kau hanya mengeceknya memakai Tespack,tetapi kau ragu mungkinkah kau benar-benar hamil.kau gugup.bukan karena menolak hasilnya.kau pasti terlalu senang karena mimpi terbesarmu selama ini akhirnya menampakkan pertanda.dan ketika dokter menunjukkan hasil USG-mu di layar komputernya sembari berkata buah cinta kita telah 10 minggu hadir di dalam rahimmu,seketika keraguan itu luruh berganti senyum,malam itu setelah lama menunggu antrean di Klinik bersalin,di antara Kota Makassar yang gelap-gulita karena listrik mendadak mati,dadaku sesak oleh rasa haru.dengan mata berkaca-kaca kuantar kau pulang membawa foto hasil USG dan hati yang dipenuhi bunga-bunga.
sejak itu aku bercita-cita ingin menjadi ayah paling juara di seluruh dunia.Ayah yang kelak mampu membuat Isteri dan anaknya bangga. maka tanpa ragu mulai kusediakan segala sesuatu,semua hal yang nanti barangkali kamu butuh.kumohonkan sejuta doa bagi keselamatanmu,pun keselamatan bayi kita.juga kusiapkan hatiku sekokoh mungkin demi mengemban tugas mulia,menjadi seorang ayah paling hebat untuk anak kita.
sembari menunggu hari bahagia itu,aku ingin mencintaimu lebih jauh,lebih mesra lagi melebihi saat pertama kita bertemu.tak ada yang menyangka,empat tahun lalu kita masih sepasang kekasih yang sedang belajar menakar rindu.memaknai rasa dan menebak-nebak,inikah cinta atau hanya rasa yang semu belaka.lalu kita semakin memahami,dan memilih berserah pada takdir sang maha segala.hingga waktu menjawab dengan begitu indah.dan menikahlah kita dengan segenap kesederhanaan yang kita punya.
menikah adalah menerima.memahami dan memaafkan segala salah dan kurang kita,serta melengkapi satu sama lain agar mahligai rumah tangga semakin sempurna.
demikianlah waktu berlalu dan kita seolah tak pernah bisa menunggu,dan kurang lebih sebulan lagi,kamu akan resmi menjadi seorang ibu,aku akan sah menjadi seorang ayah.dalam penantian kita,aku tak pernah berhenti berdo’a semoga Tuhan memberi keselamatan untukmu,juga untuk buah hati kita. menjadi Ibu sungguh suatu anugerah terbesar yang tak dimiliki oleh semua wanita.maka,kuucapkan selamat untukmu,Isteriku! Selamat karena Tuhan telah mempercayakan sebuah kehidupan baru yang ia titip melalui rahimmu.selamat menunggu status barumu sebagai seorang ibu.tersenyumlah selalu,dan berbahagialah!
sebulan sebelumnya kau hanya mengeceknya memakai Tespack,tetapi kau ragu mungkinkah kau benar-benar hamil.kau gugup.bukan karena menolak hasilnya.kau pasti terlalu senang karena mimpi terbesarmu selama ini akhirnya menampakkan pertanda.dan ketika dokter menunjukkan hasil USG-mu di layar komputernya sembari berkata buah cinta kita telah 10 minggu hadir di dalam rahimmu,seketika keraguan itu luruh berganti senyum,malam itu setelah lama menunggu antrean di Klinik bersalin,di antara Kota Makassar yang gelap-gulita karena listrik mendadak mati,dadaku sesak oleh rasa haru.dengan mata berkaca-kaca kuantar kau pulang membawa foto hasil USG dan hati yang dipenuhi bunga-bunga.
sejak itu aku bercita-cita ingin menjadi ayah paling juara di seluruh dunia.Ayah yang kelak mampu membuat Isteri dan anaknya bangga. maka tanpa ragu mulai kusediakan segala sesuatu,semua hal yang nanti barangkali kamu butuh.kumohonkan sejuta doa bagi keselamatanmu,pun keselamatan bayi kita.juga kusiapkan hatiku sekokoh mungkin demi mengemban tugas mulia,menjadi seorang ayah paling hebat untuk anak kita.
sembari menunggu hari bahagia itu,aku ingin mencintaimu lebih jauh,lebih mesra lagi melebihi saat pertama kita bertemu.tak ada yang menyangka,empat tahun lalu kita masih sepasang kekasih yang sedang belajar menakar rindu.memaknai rasa dan menebak-nebak,inikah cinta atau hanya rasa yang semu belaka.lalu kita semakin memahami,dan memilih berserah pada takdir sang maha segala.hingga waktu menjawab dengan begitu indah.dan menikahlah kita dengan segenap kesederhanaan yang kita punya.
menikah adalah menerima.memahami dan memaafkan segala salah dan kurang kita,serta melengkapi satu sama lain agar mahligai rumah tangga semakin sempurna.
demikianlah waktu berlalu dan kita seolah tak pernah bisa menunggu,dan kurang lebih sebulan lagi,kamu akan resmi menjadi seorang ibu,aku akan sah menjadi seorang ayah.dalam penantian kita,aku tak pernah berhenti berdo’a semoga Tuhan memberi keselamatan untukmu,juga untuk buah hati kita. menjadi Ibu sungguh suatu anugerah terbesar yang tak dimiliki oleh semua wanita.maka,kuucapkan selamat untukmu,Isteriku! Selamat karena Tuhan telah mempercayakan sebuah kehidupan baru yang ia titip melalui rahimmu.selamat menunggu status barumu sebagai seorang ibu.tersenyumlah selalu,dan berbahagialah!
Glosarium,16 Juni 2016: 19:30 malam 12 Ramadhan 1437 H.
Komentar
Posting Komentar