SURAT CINTA UNTUK ISTRIKU YANG UNYU-UNYU

Assalamu alaikum,
selamat malam,Isteriku.lagi sibuk? Sudah cek tokopedia belum?
   
Hari ini tepat sebulan kita hidup bersama.ya,sebagai sepasang suami istri tentu saja.berhubung saya seorang lelaki yang baru beberapa minggu menyandang gelar kehormatan sebagai suamimu,pertama-tama saya ucapkan Selamat karena kamu akhirnya menikah,aku tahu menikah adalah keinginanmu sejak beberapa tahun silam,terlebih menikah tahun ini adalah salah satu hal yang telah masuk pada daftar resolusimu di penghujung tahun 2014 kemarin.dan itu terkabul di 2015 ini.kini kamu harus banyak bersyukur,sayang! dan musti lebih banyak lagi bersabar telah menjadi isteri dari seorang lelaki pas-pasan dalam banyak hal seperti saya.menjadi isteri dari seorang lelaki yang tak kaya,tentu kamu harus menerima berbagai risiko,misal tak mendapat kado barang-barang branded jika kamu berulang tahun,tak bisa sering-sering shopping ke Mall,atau tak bisa leluasa melakukan banyak hal yang memerlukan banyak ongkos.tetapi,saya tahu kamu bukan perempuan seperti itu,kamu bukan perempuan yang gila materi,saya tahu kamu perempuan yang mau berlapang dada untuk hidup sederhana bersamaku.ya,aku tahu kamu perempuan sederhana semenjak pertama kali kita ketemu.aku melihatnya dari barang-barang standar yang kamu pakai,aku tahu itu,kamu bukan tipe perempuan yang gila merek.Henponmu yang sekarang saja tidak bisa digolongkan barang mahal.supaya orang-orang tahu,henponmu bukan Android tipe terbaru atau Iphone 6 yang tipisnya naudzubillah,tetapi Asiaphone 200 Ribuan yang sinyalnya suka hilang-hilang karena antenna penguat sinyalnya barangkali yang kualitas No 12.waktu kutanyakan alasannya,memang dari dulu kamu bilang bahwa yang terpenting dari sebuah henpon adalah fungsi menelpon dan berkirim pesannya.bukan mereknya yang berharga selangit.kamu sadar,kamu tak mau ambil penyakit dengan kecanggihan beragam jenis gejet hari ini.adakah perempuan di kota ini yang tak memiliki akun social messanger semacam LINE,WA,instagram,atau pin BBM hari ini? Hampir semua orang memiliki.kecuali kamu,atau kita berdua,lebih tepatnya.kita dan orang-orang yang barangkali memang berselera murah.tetapi kita faham,sesungguhnya kita hanya berusaha mensyukuri nikmat yang ada.dan itu rasanya menenangkan.sekalipun demikian,dibanding kamu,sayalah yang sedikit lebih bernafsu untuk memiliki henpon yang sedikit lebih canggih.henpon saya yang sekarang,tak lebih mahal dari henpon cinamu: Nokia 105 chasing biru,hape sejuta ummat yang dilengkapi senter dan sering ditenteng tukang sayur dan sopir Bentor.alangkah merakyatnya selera saya.hidup saya!!
Sayang,sebulan yang lalu,saya sungguh tidak dapat menahan haru saat duduk di depan penghulu,mengikrarkan ijab kabul disaksikan kedua orang tua dan kerabatmu.tunggu,jangan buru-buru mencap saya lebay seperti itu dulu.sebab lelaki mana di dunia ini yang tidak terharu setelah 44 bulan berpacaran dan melaui lusinan pertengkaran dan beberapa kali hampir Putus,lalu pada akhirnya resmi menjadi seorang suami dari perempuan yang unyu-unyu seperti dirimu.siapa yang tak bernafas lega.iya,kamuuuu memang unyu,,,kalau tak percaya,bercerminlah! aku tidak sedang bercanda.
Maka,tentu sah-sah saja kalau bola mata saya berkaca-kaca karena terharu.lah saya ini memang tipikal lelaki yang mudah terharu,kok.nonton Titanic saja,mata saya berkaca-kaca.manusia berperasaaan halus mana di dunia ini coba,yang tidak tersentuh menyaksikan Kate winslet mewek setengah mampus karena ditinggal mati Leonardo di caprio yang hanyut di air es?apatah lagi bisa mewujudkan mimpi menjadi lelakimu.aku musti kudu lebih berkaca-kaca lagi.dan keharuan itu terus berlanjut,manakala satu demi satu teman-teman kita datang ke resepsi pernikahan kita,mengenakan senyum dan pakaian terbaik mereka,bergantian menyalami kita dan mendoakan kebahagiaan kita.ingin tumpah air mata kita pada saat itu rasanya.

Sayang,tentu aku yakin kamu pasti telah berpikir panjang,dan melewati proses yang rumit terlebih dulu,menimbang-nimbang untung rugi menjadi istriku sebelum akhirnya mampu meyakinkan orang tuamu agar menerimaku menjadi menantu mereka,menantu yang lucu dan baik hati lebih tepatnya.uhukk!!
sebagai balasan,saya bersumpah akan membahagiakanmu,meski tentu saja tak sesederhana mengucapkannya,saya sungguh akan berusaha segigih mungkin.setidaknya,saya jamin sholat istikharahmu kemarin tidak akan sia-sia.
salah satu rasa syukur saya karena kamu nerima waktu saya bilang supaya resepsi pernikahan kita sebaiknya digelar secara sederhana saja.barangkali kamu maklum keluarga saya dari golongan yang biasa-biasa saja.bukan dari kalangan Pejabat atau publik figur,apalagi persiden.untunglah kamu bukan perempuan dengan bakat terpendam menyusahkan calon suami.kamu memang baik,kamu tidak menuntut syarat agar resepsi pernikahan kita dibuat mewah dan musti Live di RCTI seperti pernikahan Raffi dan gigi kemarin.walah,andai saja kamu menuntut yang seperti itu,hanya satu komen buatmu: “aku sih NO!”

Menjadi seorang suami,berarti memasuki kehidupan yang sama sekali baru bagiku.maklumlah,ini kali pertama saya menikah.saya tahu kamu juga baru pertama menikah.iya toh?..ayo jangan bohong! kita sama-sama belum tahu,apalagi berpengalaman dalam urusan berumah tangga.kita masih amatiran.tetapi tunggu dulu,tunggu dulu..sebab itu juga bukan alasan bahwa kita tidak mampu menciptakan kehangatan berdua,kan?..(massak aeeeerrrr!!...biar matanggg!!)

Di pagi hari,kebahagiaan seorang lelaki beristri-apalagi yang pengantin baru seperti saya-sungguh tidak mampu dihitung-hitung.bangun tidur,kopi sudah tersedia.mau sarapan,nasi dan lauk sudah menunggu di meja.sangat bertolak belakang sewaktu saya masih bujangan dulu: bangun tidur perut kelaparan,mau makan musti grasak-grusuk dulu nyari panci,rebus air,ke warung tetangga beli indomie,pas pulang panci udah gosong.kompor lupa dimatikan.

Di sore hari,kebahagiaanku sebagai seorang lelaki beristri,kurang lebih masih seperti di pagi hari,juga tidak mampu dihitung-hitung.(Kalkulator mana di dunia ini yang mampu menghitung-hitung kebahagiaan seorang pengantin baru? si mbah gugel aja nyerah.sumpah!)
saat sore menjelang petang,kita berdua udah seger.(ciee habis mandi sore nih ceritanya),pakaian kita udah rapih.dan saat adzan maghrib untuk wilayah Makassar dan sekitarnya telah berkumandang di teve,kita bersiap menghadap Tuhan,melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang manusia,berusaha menjadi hamba yang taat.dan,sejujurnya sayang!,saat-saat seperti inilah yang membuat dadaku kerap bergetar dilanda haru.bisa bersujud bersamamu dan menjadi imam bagi perempuan yang kelak menjadi ibu bagi anak-anaknya,lelaki waras mana yang tak terharu.jika tidak percaya,tanyakan pada semua lelaki yang pernah menyandang status Pengantin baru seperti yang sedang kujalani sebulan terakhir ini.sensasinya,tentu jauh lebih dahsyat dari keharuan menonton Jack dan Rose memadu kasih di Buritan Titanic atau menyaksikan Rangga berpelukan dengan Cinta sebelum berpisah di Bandara dalam film AADC.

Usai sholat,usai makan,usai mandi,atau bahkan usai Boker,hahahaha..atau seusai melakukan apa saja,dan kapan saja,kita selalu tak lupa mengakhirinya dengan satu hal: Berpelukan.erat sekali,seerat peluk Teletabies.hangat,hangat sekali.sehangat wedang Sarabba',sehangat persahabatan Markes dan Rossi sebelum motor mereka kena apes dan senggol-senggolan di sepang..ciee,senggol-senggolan kayak judul lagu!

Di malam hari....
(Nah! pasti bagian ini yang ditunggu-tunggu dan ingin di-KEPO-in teman-teman kita..
(membayangkan meme hmm..sudah kuduga).

Bagaimana rasanya melewati malam-malam sebagai pengantin baru? di malam hari,di dalam kamar pengantin baru,konon,Hanya Tuhan,malaikat,kipas angin,pintu kamar,dan cicak-cicak di dinding yang tahu apa sesungguhnya yang terjadi....kalaupun Mas Ebiet G.Ade yang ditanya,pasti mas-nya juga tak mampu menjelaskan secara detail.paling-paling ia menyuruh kita bertanya pada rumput yang bergoyang..padahal,untuk apa mas Ebiet menyuruh kita bertanya pada rumput coba?..bukankah rumput itu meski selalu bergoyang tetapi rumput pun belum pernah menikah? Mana ada rumput yang menikah..rumput pun tak tahu.

Satu hal yang pasti di malam hari,kita kadang sering terkejut lalu sesaat saling memandang karena belum memercayai kenyataan yang ada.kita sekarang tak lagi tidur sendiri-sendiri.kita terlelap bersama,sebantal berdua,kadang ngorok bareng,tetapi tentu ngorokmu yang juara,hehehe..kadang terbungkus selimut yang sama,tetapi bukan selimut tetangga..(mana mungkinnn…selimut tetanggggaaaaa!!!)

Sayang,satu hal yang pasti,jika teman-teman kita penasaran dan ingin merasai indahnya hidup bersama seusai menikah,maka tak ada solusi lain.jika telah mampu dan siap lahir bathin,mereka harus lekas menikah seperti kita.agar mereka tak lagi repot masak air sendiri demi menikmati sebungkus indomie.agar mereka bisa merasakan sendiri sensasi dinginnya air saat kita dihadapkan pada situasi sulit berjudul "Mendadakrajinmandisubuh" (weleh-weleh33X)
.
Sayang,maafkanlah jika saya lancang membuat catatan seperti ini,bukan maksud merendahkanmu apalagi menjadikan pernikahan yang sakral sebagai bahan candaan.ini hanyalah sebentuk curhatan rasa syukur karena kita telah melalui proses suci nan penuh haru.meskipun jujur kuakui catatan ini geeeeernya berantakannn..

Sayang,masih ingat sebelum menikah kemarin,kita sempat mengikuti Suscatin alias kursus calon pengantin.kata-kata pak Imam yang mengantarkan nasihat pernikahan buat kita masih saya ingat jelas:
"menikah itu adalah suatu penghargaan yang diberikan langsung oleh Tuhan kepada manusia demi meraih derajat yang lebih mulia.tentu saja,harus dilandasi dengan niatan tulus dan ikhlas dengan harapan menyempurnakan ketakwaan kita kepada-NYA."menikah itu sunnah rosul,dan kita sebagai pengikutnya pun disunnahkan mencontohi Rosul,sebab Allah tahu ada kebaikan dalam pernikahan.andai menikah itu tidak asyik,mana mau Rosul menganjurkan pada kita ummatnya”.begitu kurang lebih kata Pak Imam.

Akhirnya,sekali lagi Selamat untukmu,sayang.selamat untuk kita.semoga pernikahan ini Sakinah,penuh mawaddah dan bertabur rahmah.awet meski tak mengandung Boraks dan formalin,langgeng dan adem ayem seperti AC indomaret sampai maut mengantarkan kita ke surga.jadilah isteri sholehah yang taat karena kesadaranmu sendiri,sebab sebaik-baik perhiasan di dunia ini tak lain adalah isteri yang sholehah.saya berjanji akan menjadi imam yang Adil dan bertanggung jawab untukmu dan keluarga kita.kugenggam tanganmu,mari genggam tanganku,kita kayuh biduk berdua,menuju pelabuhan bahagia..(tu kan,Lebay lagi..)

Alhamdulillah,puji syukur kami padaMu Ya Allah..Ridhoi dan terimalah pernikahan ini sebagai rasa syukur kami kepadaMu..Terima kasih,sayang.sekali lagi terima kasih.peluk mesra.mari kita tidur.

 "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya,ialah diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri,supaya kamu mendapatkan ketenangan,dan dijadikan-Nya kasih sayang diantara kamu,sesungguhnya yang demikian itu adalah tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang berfikir"
(QS.Ar-Rum ayat 21)


Momen Haru,
Gowa,12 November 2015.
‎

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima kasih panjang,sehalaman surat pendek.

Nyali!

Ibu