Ketika saya hendak mulai menulis corat-coret ini,betapa banyak wajah melintas dan melesat-lesat di ingatan saya.wajah-wajah itu yang sejenak coba saya hadirkan kembali ke dalam kenang di kepala saya yang teramat sempit pula terbatas.isi batok kepala dan pikiran saya sungguh hanya sepetak ruang yang secara manusiawi memang tak pernah cukup dihuni beribu ingatan akan peristiwa dan buah dari persinggungan dengan orang-orang yang selama ini berjasa dalam perjalanan hidup saya.mereka yang telah begitu banyak memberi cinta,kebaikan dan pengalaman teramat berharga dari hidup yang telah tertempuh hingga sejauh ini.adapun maksud saya menulis surat ini tidak lain sebagai bentuk mengawetkan sebanyak mungkin hal yang masih tersimpan di kepala.atau barangkali kalau boleh disebut sebagai cara paling sederhana saya berterima kasih kepada mereka,orang-orang yang telah berjasa,orang-orang yang telah memberi saya sesuatu.sesuatu yang saya anggap sangat berharga.sesuatu yang pantas untuk dike...
-Arie- Di tempat ini,sebuah kota tua tempat aku dan dia bersepakat pertama kali melakukan perselingkuhan hati menjalani hubungan sembunyi-sembunyi sebab takut,orang-orang tahu dan mencaci Di tempat ini,masih seperti biasa hanya ada aku dan dia yang diam-diam berbicara lewat sepi lalu lahir sebuah puisi tentang hasrat yang tak kunjung sampai : memiliki cintanya suatu hari jika dia pergi,rasanya kumau mati sebab waktu berjalan terasa lambat sekali jika dia disini,aku tersenyum sepanjang hari serasa kumau hidup seribu tahun lagi bernyanyi untuk dia,dia yang kucintai hari ini,masih di tempat ini kucoba menulis puisi untuk dia yang masih sendiri semoga dia mengerti bahwa aku lelaki yang mencintai yang mulai kehabisan nyali Warnet Nurul,27 April 2011.
ke tika malam kudengar dengkurnya yang letih,dan deru nafas yang tak gentar menantang kerasnya hidup.kadangkala aku mendapatinya tertidur di sofa,di depan teve,atau di atas sajadahnya usai sholat.sering aku menyelimuti tubuhnya mencium kening yang penuh kerut hingga perasaanku bergemuruh.sedih dan takut . sedih melihatnya menjanda sejak di tinggal suaminya dua puluh tiga tahun silam . pun takut jika ia juga suatu hari pergi dan meninggalkanku sebatang kara . semoga Tuhan menyayangnya , dan menempatkan kelak di surga bersama mendiang ayah . wanita tua itu,ibuku. Rumah,01 Maret 2012.
Komentar
Posting Komentar